Tampilkan postingan dengan label sains n tekno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sains n tekno. Tampilkan semua postingan

Kapal Selam Nerpa K-152 Sukses Diuji Coba Siap Dioperasikan

Kapal Selam Nerpa K-152 Sukses Diuji Coba Siap Dioperasikan

[nerpa1.jpg]




Kapal selam nuklir kelas Akula II Nerpa K-152. (Foto: istimewa)

28 Desember 2009 -– Kapal selam nuklir Nerpa yang mengalami insiden fatal saat melakukan pengujian November tahun lalu, telah sukses melewati pengujian terakhir diungkapkan juru bicara Armada Pasifik, Senin (28/12) diberitakan kantor berita RIA Novosti.

Nerpa K-152 kapal selam kelas Akula II berbobot 12000 ton pada 8 November 2008, saat melakukan uji pelayaran sistem pemadam apinya tiba-tiba bekerja, mengeluarkan gas Chlorin yang mematikan dan meracuni kompartemen tidur. Tiga orang awak dan 17 pekerja galangan tewas keracunan menghirup gas Chlorin.

Saat itu kapal selam membawa 208 penumpang, 81 orang diantaranya awak kapal selam. Penyebab lepasnya gas Chlorin karena salah satu awak kapal selam salah memasukan data temperatur.

(Grafik: dailymail.co.uk)

Biaya perbaikan Nerpa diperkiran mencapai 1,9 milyar rubel (65 juta dolar), hingga kapal selam dinyatakan layak melakukan uji pelayaran.

Nerpa akan dioperasikan secara resmi oleh Angkatan Laut Rusia pada Senin depan di kota Bolshoy Kamen di Teritori Primorye.

Selanjutnya Nerpa akan disewakan ke AL India dengan nama INS Chakra. Pemerintah India dilaporkan harus membayar 650 juta dolar untuk menyewa selama 10 tahun.

Kapal selam ini tempat pelatihan anggota AL India dalam mengoperasikan kapal selam nuklir. Dimana India sedang menguji coba kapal selam nuklir pertama buatan galangan kapal dalam negeri INS Arihant.

sumber : www.unic77.tk|http://beritahankam.blogspot.com/2009/12/kapal-selam-nerpa-k-152-sukses-diuji.html
Baca Selengkapnya | Kapal Selam Nerpa K-152 Sukses Diuji Coba Siap Dioperasikan

Star Jelly, Gumpalan gelatin misterius dari meteor !

Star Jelly, Gumpalan gelatin misterius dari meteor !


Ketika kita memandang hujan meteor indah yang melewati bumi, mungkin tidak banyak dari kita yang tahu bahwa meteor-meteor tersebut juga meninggalkan kenang-kenangan untuk manusia di bumi berupa substansi seperti agar-agar yang sering disebut Star Jelly.

Star Jelly adalah substansi berbentuk gelatin yang dipercaya jatuh ke bumi akibat dibawa oleh meteor. Fenomena ini konon telah diketahui sejak tahun 1641 dan merupakan salah satu misteri yang paling membingungkan dalam sejarah sains.

Walaupun ide adanya meteor yang membawa Jelly biologis terlihat seperti sebuah science fiction, namun intensitas laporan yang masuk selama berabad-abad sepertinya tidak bisa diabaikan begitu saja.

Star Jelly dalam sejarah
Contohnya pada tahun 1641, seorang Inggris bernama John Suckling pernah menyebut mengenai Star Jelly di salah satu puisinya.

"As he whose quicker eye doth trace a false star shot to a mark'd place do's run apace, and, thinking it to catch, a jelly up do snatch"

Sir Walter Scott, seorang penulis besar Inggris juga menyinggungnya dalam novel yang ditulisnya pada tahun 1825, "The Talisman" :

"And thou shalt only light on some foul jelly, which, in shooting through the horizon, has assumed for a moment an appearance of splendour.”

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh Scientific American tahun 1846, deskripsi mengenai hujan meteor juga dihubungkan dengan penemuan Jelly misterius ini.

"Sepertinya ukurannya (meteor) lebih besar dari matahari dan ia membuat langit menjadi terang seperti siang hari. Dan ketika meteor itu jatuh, sejumlah penduduk segera mencari lokasinya dan menemukan sekumpulan Jelly dengan diameter 1,2 meter."

Dari tulisan-tulisan yang ditemukan mengenai fenomena ini, kita bisa mengetahui bahwa sejak berabad-abad lampau orang telah menghubungkan Star Jelly dengan meteor atau bintang jatuh. Keyakinan ini terbawa hingga sekarang.

Pembahasan yang lebih modern mengenai Star Jelly muncul pada sebuah artikel yang terbit tahun 1979 di Fate Magazine. Disitu disebut bahwa Star Jelly adalah substansi ekstra terestrial yang terdiri dari "cellular organic matter" yang eksis sebagai "prestellar molecular clouds" yang melintasi luar angkasa.

Kita mungkin tidak akan pernah mengerti maksud istilah-istilah rumit tersebut. Namun paling tidak Fate Magazine telah menimbulkan kembali fantasi-fantasi mengenai makhluk ekstra terestrial. Beberapa paranormal bahkan mengatakan bahwa Jelly tersebut merupakan sisa-sisa dari hewan luar angkasa.

Penemuan Star Jelly - Laporan Saksi
Selama berabad-abad, terdapat puluhan hingga ratusan laporan ditemukannya gumpalan-gumpalan gelatin di tanah sehari setelah penampakan meteor jatuh atau hujan meteor.


Contohnya, pada tahun 1950, sebuah gumpalan besar ditemukan oleh polisi Philadelphia. Polisi itu mendeskripsikan gumpalan itu sebagai "Jelly dengan bentuk seperti piringan dengan diameter 1,8 meter. Tebalnya sekitar 30 cm di tengah dan sekitar 5 cm di tepinya."

Masih menurut polisi tersebut, ketika disentuh, bagian Jelly yang disentuh segera berubah menjadi buih dan lenyap di udara tanpa meninggalkan bau sedikitpun. Malam sebelumnya, para penduduk sekitar melaporkan adanya sebuah meteor terang yang lewat di daerah itu.

Pada tahun 1994, para penduduk di Oakville, Washington melaporkan adanya "hujan gelatin" terjadi di wilayahnya. Peristiwa ini bahkan disinggung dalam salah satu episode televisi "unsolved mystery".

Pada 3 November 1996, sebuah meteor besar terlihat melewati langit Kempton, Australia. Pada keesokan paginya, para penduduk menemukan Jelly bening di halaman rumah dan trotoar di kota itu.


Laporan penemuan paling baru terjadi pada tahun 2009 dimana ditemukan gumpalan-gumpalan Jelly di beberapa perbukitan Skotlandia.

Star Jelly - Teori-teori
The Massachusetts Department of Environment Quality Engineering pernah meneliti Jelly ini dan menyimpulkan bahwa substansi ini tidak beracun dan tidak berbahaya bagi manusia. Walaupun begitu, identitasnya masih belum diketahui dengan pasti. Namun paling tidak ada beberapa dugaan yang diajukan, tapi sebelumnya, para peneliti harus mengeliminasi hubungan Jelly ini dengan kemunculan meteor.

Star Jelly dan Meteor
Pada kenyataannya, meteor hampir tidak pernah mencapai permukaan bumi. Kebanyakan akan segera terbakar habis di atmosfer. Seperti yang kita ketahui, meteor umumnya terbuat dari batu atau partikel besi. Jika meteor memiliki elemen Jelly, tentu saja jelly tersebut akan segera terbakar habis sebelum mencapai bumi. Jadi Jelly ini pastilah tidak berhubungan dengan meteor sama sekali.

Menurut para peneliti ini, para saksi yang melihat meteor akan mendatangi tempat yang dianggap sebagai tempat jatuhnya meteor dan mungkin mereka menemukan Jelly yang memang sudah ada disitu sebelumnya.

Teori ini cukup masuk akal karena seringkali penemuan Jelly ini tidak disertai oleh penampakan meteor malam sebelumnya. Dan jika hubungan antara meteor dan Star Jelly telah diabaikan, lalu materi apakah Star Jelly ini sebenarnya ?

Polusi Industri
Beberapa orang beranggapan bahwa materi ini adalah hasil dari polusi industrial.

Misalnya, pada kasus penemuan Jelly di Philadelphia tahun 1950 yang saya ceritakan di atas, lokasi penemuannya hanya berjarak sekitar 800 meter dari sebuah pabrik.

Lalu, pada tanggal 11 Agustus 1979, Mrs Sybil Christian dari texas menemukan beberapa gumpalan Jelly berwarna ungu di halaman depan rumahnya setelah terjadi hujan meteor Perseid malam sebelumnya. Lalu Forth Worth Museum of Science and History mengadakan penelitian dan menemukan bahwa pabrik battere di dekat situ menghasilkan limbah yang berwarna ungu. Jadi mungkin ada hubungannya antara gumpalan ungu tersebut dengan limbah pabrik.

Walaupun dilakukan dengan pendekatan sains, teori ini tidak dapat menjelaskan laporan penemuan Star Jelly sejak abad 17, jauh sebelum industri bertumbuh di Amerika dan Eropa.

Sisa-sisa tubuh hewan
The Book of British Amphibians and Reptiles yang ditulis oleh M Smith menjelaskan bahwa Star Jelly sesungguhnya adalah sisa-sisa oviduct kodok. Oviduct adalah saluran reproduksi di dalam tubuh kodok yang menghasilkan substansi berupa jelly yang menyelubungi ovum hewan amphibi ini.

Menurut Smith, burung dan mamalia lain yang memakan kodok biasanya menyisakan oviduct yang kemudian berubah menjadi Jelly ketika bereaksi dengan udara.

Namun sama seperti teori polusi industri, teori ini juga memiliki kelemahan.

Para peneliti dari National geographic yang meneliti sampel Star Jelly yang ditemukan di Amerika tidak bisa menemukan DNA di dalamnya. Jika gumpalan Jelly itu berasal dari hewan, maka tentu saja akan ada jejak-jejak DNA hewan di dalamnya.

Lagipula, jika Jelly itu adalah sisa-sisa tubuh kodok yang dimakan burung, bagaimana menjelaskan penemuan Jelly dengan diameter lebih dari satu meter ? Berapa banyakkah kodok yang dimakan dan dimuntahkan oleh burung itu ?

Nostoc
Teori lain menyebut bahwa Star Jelly adalah Nostoc, yaitu sejenis cyanobakteri air tawar yang memiliki potensi untuk membentuk koloni di area terbuka. Jika dalam kondisi biasa, koloni ini tidak akan terlihat oleh manusia. Namun ketika hujan turun, Koloni Nostoc ini akan berubah menjadi gumpalan Jelly yang bisa jadi disalahartikan sebagai substansi yang baru jatuh dari langit.


Namun, teori ini tidak terlalu menarik perhatian karena gumpalan Jelly yang dihasilkan dari koloni Nostoc ternyata tidak mirip dengan gumpalan Star Jelly yang ditemukan.

Star Jelly - penutup
Seperti yang saya katakan di awal, misteri yang satu ini belum berhasil dipecahkan oleh sains modern. Tentu saja sekali lagi, sangat sulit membayangkan Jelly seperti itu bisa dibawa oleh meteor dari luar angkasa. Namun jika tidak berhubungan dengan meteor, lalu mengapa sejak berabad-abad orang selalu menghubungkannya dengan meteor ?

Hans Sluiman, seorang ahli Algae yang juga meneliti sampel substansi ini sangat yakin bahwa Star Jelly bukan hewan ataupun tumbuhan. Kalau begitu apa ? entahlah !

Untuk kasus Star Jelly, Alam semesta dengan keunikannya mendapat nilai satu poin, dan sains dengan segala teorinya mendapatkan nilai nol.

Baca Selengkapnya | Star Jelly, Gumpalan gelatin misterius dari meteor !

Menelusuri Jejak Sang Penangkap Petir, Ki Ageng Selo

Menelusuri Jejak Sang Penangkap Petir, Ki Ageng Selo

Ini adalah salah satu legenda Tanah Jawa, sesosok figur ulama di daerah Selo, Grobogan, Jawa Tengah yang bernama Ki Ageng Selo...

Silsilah
Menurut silsilah, Ki Ageng Selo adalah cicit atau buyut dari Brawijaya terakhir. Beliau moyang (cikal bakal-red) dari pendiri kerajaan Mataram yaitu Sutawijaya. Termasuk Sri Sultan Hamengku Buwono X (Yogyakarta) maupun Paku Buwono XIII (Surakarta).

Menurut cerita Babad Tanah Jawi (Meinama, 1905; Al-thoff, 1941), Prabu Brawijaya terakhir beristri putri Wandan kuning dan berputra Bondan Kejawan/Ki Ageng Lembu Peteng yang diangkat sebagai murid Ki Ageng Tarub. Ia dikimpoikan dengan putri Ki Ageng Tarub yang bernama Dewi Nawangsih, dari ibu Bidadari Dewi Nawang Wulan. Dari perkimpoian Lembu Peteng dengan Nawangsih, lahir lah Ki Getas Pendowo (makamnya di Kuripan, Purwodadi). Ki Ageng Getas Pandowo berputra tujuh dan yang paling sulung Ki Ageng Selo.

Ki Ageng gemar bertapa di hutan, gua, dan gunung sambil bertani menggarap sawah. Dia tidak mementingkan harta dunia. Hasil sawahnya dibagi-bagikan kepada tetangganya yang membutuhkan agar hidup berkecukupan. Salah satu muridnya tercintanya adalah Mas Karebet/Joko Tingkir yang kemudian jadi Sultan Pajang Hadiwijaya, menggantikan dinasti Demak.

Putra Ki Ageng Selo semua tujuh orang, salah satunya Kyai Ageng Enis yang berputra Kyai Ageng Pamanahan. Ki Pemanahan beristri putri sulung Kyai Ageng Saba, dan melahirkan Mas Ngabehi Loring Pasar atau Sutawijaya. Melalui perhelatan politik Jawa kala itu akhirnya Sutawijaya mampu mendirikan kerajaan Mataram menggantikan Pajang.


Sang Penangkap Petir

Kisah ini terjadi pada jaman ketika Sultan Demak Trenggana masih hidup. Syahdan pada suatu sore sekitar waktu ashar, Ki Ageng Sela sedang mencangkul sawah. Hari itu sangat mendung, pertanda hari akan hujan. Tidak lama memang benar - benar hujan lebat turun. Petir datang menyambar-nyambar. Petani lain terbirit-birit lari pulang ke rumah karena ketakutan. Tetapi Ki Ageng Sela tetap enak - enak menyangkul, baru sebentar dia mencangkul, datanglah petir itu menyambar Ki Ageng Selo. Gelegar..... petir menyambar cangkul di genggaman Ki Ageng. Namun, ia tetap berdiri tegar, tubuhnya utuh, tidak gosong, tidak koyak. Petir berhasil ditangkap dan diikat, dimasukkan ke dalam batu sebesar genggaman tangan orang dewasa. Lalu, batu itu diserahkan ke Kanjeng Sunan di Kerajaan Istana Demak.
Kanjeng Sunan Demak –sang Wali Allah-- makin kagum terhadap kesaktian Ki Ageng Selo. Beliau pun memberi arahan, petir hasil tangkapan Ki Ageng Selo tidak boleh diberi air.

Kerajaan Demak heboh. Ribuan orang --perpangkat besar dan orang kecil-- datang berduyun-duyun ke istana untuk melihat petir hasil tangkapan Ki Ageng Selo. Suatu hari, datanglah seorang wanita, ia adalah intruder (penyusup) yang menyelinap di balik kerumunan orang-orang yang ingin melihat petirnya Ki Ageng.

Wanita penyusup itu membawa bathok (tempat air dari tempurung kelapa) lalu menyiram batu petir itu dengan air. Gelegar... gedung istana tempat menyimpan batu itupun hancur luluh lantak, oleh ledakan petir. Kanjeng Sunan Demak berkata, wanita intuder pembawa bathok tersebut adalah “petir wanita” pasangan dari petir “lelaki” yang berhasil ditangkap Ki Ageng Selo. Dua sejoli itupun berkumpul kembali menyatu, lalu hilang lenyap.

Versi lainnya

Versi lain menyebutkan petir yang ditangkap oleh Ki Ageng Selo berwujud seorang kakek. Kakek itu cepat - cepat ditangkap nya dan kena, kemudian diikat dipohon gandri, dan dia meneruskan mencangkul sawahnya. Setelah cukup, dia pulang dan “ bledheg “ itu dibawa pulang dan dihaturkan kepada Sultan demak. Oleh Sultan “ bledheg “ itu ditaruh didalam jeruji besi yang kuat dan ditaruh ditengah alun - alun. Banyak orang yang berdatangan untuk melihat ujud “ bledheg “ itu. Ketika itu datanglah seorang nenek - nenek dengan membawa air kendi. Air itu diberikan kepada kakek “ bledheg “ dan diminumnya. Setelah minum terdengarlah menggelegar memekakkan telinga. Bersamaan dengan itu lenyaplah kakek dan nenek “ bledheg : tersebut, sedang jeruji besi tempat mengurung kakek “ bledheg hancur berantakan.

Sejak saat itulah, petir tak pernah unjuk sambar di Desa Selo, apalagi di masjid yang mengabadikan nama Ki Ageng Selo. "Dengan menyebut nama Ki Ageng Selo saja, petir tak berani menyambar," kata Sarwono kepada Gatra.

Soal petir yang tidak pernah ada di Desa Selo diakui oleh Sakhsun, 54 tahun. Selama 22 tahun ia menjadi muazin Masjid Ki Ageng Selo, dan baru pada akhir November 2004 dilaporkan ada petir yang menyambar kubah masjid Ki Ageng Selo. Lelaki berambut putih itu pun terkena dampaknya. Petir itu menyambar sewaktu ia memegang mikrofon hendak mengumadangkan azan asar.

Sakhsun pun tersengat. Bibirnya bengkak. "Saya tidak tahu itu isyarat apa. Segala kejadian kan bisa dijadikan sebagai peringatan bagi kita untuk lebih beriman," katanya. Dia sedang menebak-nebak apa yang bakal terjadi di desa itu. Menurut kepercayaan setempat, kubah masjid adalah simbol pemimpin. Apakah artinya ada pemimpin setempat yang akan tumbang?


Terus bagaimana kira-kira cara Ki Ageng Selo menangkap petir...?

Kalau kita telaah cerita legenda di atas tentunya ada sebagian yang benar sesuai dengan sejarah aslinya. Mari kita telaah kira-kira bagaimana cara Ki Ageng Selo menangkap petir bila dilihat dari perspektif ilmu pengetahuan kita jaman sekarang.

1. Petir terjadi di waktu cuaca mendung... Hal yang logis bukan juragan?
Muatan listrik yang secara perlahan terpisah antara beberapa awan atau perbedaan muatan listrik antara awan dan bumi, menyebabkan lecutan muatan listrik atau yang kita kenal sebagai petir.


Lecutan muatan listrik dari awan ke bumi


Efek yang terjadi bila menyambar sebatang pohon eucalyptus

2.Petir menyambar cangkul tetapi Ki Ageng Selo tidak terluka sedikitpun.
Cangkul terbuat dari besi dan kayu... Besi adalah konduktor listrik yang baik sedangkan kayu adalah isolator. Hal paling logis adalah petir menyambar Ki Ageng Selo ketika dia sedang mengayunkan cangkulnya. Sehingga lecutan petir dari awan ke bagian besi cangkulnya dapat diisolasi oleh kayu cangkul dan langsung diteruskan ke bumi. Hmmmm.... Kira2 dari kayu apakah cangkul Ki Ageng Selo terbuat sehingga sifat isolatornya begitu kuat? Gw yakin Ki Ageng Selo sudah mengetahui kekuatan kayu cangkulnya sehingga dia tidak takut sedikitpun ketika petir menyambar2, tidak seperti petani lainnya.


Model cangkul yang mungkin dipakai Ki Ageng Selo

3. Petir berhasil ditangkap dan diikat, dimasukkan ke dalam batu sebesar genggaman tangan orang dewasa.
Hmmm.... mirip kisah Si Ponari yah juragan.
Hal yang paling logis adalah petir itu langsung menyambar batu yang ada di sawah milik Ki Ageng Selo. Batu yang sebesar genggaman tangan orang dewasa tersebut bersifat kapasitor, sehingga sifat dan ukurannya mampu menyimpan muatan listrik (elektron). Kira-kira batu apakah itu juragan???

Kalau deskripsi kapasitor jaman sekarang yah seperti ini juragan :
Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutup negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutup positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini "tersimpan" selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya.



4. Ketika batu tempat "petir" disimpan disiram air, terjadi ledakan.
Air bersifat konduktor atau mampu menghantarkan muatan listrik. Jadi bukan hal yang aneh bila terjadi ledakan hubung singkat listrik bila batu tempat menyimpan "petir" tersebut disiram air.


Gimana para juragan??? Kira-kira ada pendapat lain???




batu petir punya ponari ga meledak tu dicelupin ke air..... Batu milik PONARI tidak meledak ketika dimasukkan air karena ada 2 kemungkinan :

1. Jenis batu milik Ponari tidak bersifat kapasitor sehingga ketika tersambar petir tidak menyimpan muatan listrik. Alhasil ketika terkena air tidak terjadi apa-apa. Masyarakat yang sembuh setelah minum air PONARI disebabkan sugestinya saja.

2. Batu PONARI bersifat kapasitor lemah, entah karena ukurannya lebih kecil atau jenisnya yang berbeda dengan milik KI AGENG SELO, sehingga energi listrik yang tersimpan akan sedikit. Ketika dengan cepat dicelupkan ke air (PONARI tidak pernah merendam batunya) muatan listrik yang dilepaskan tidak begitu besar sehingga tidak terjadi ledakan, akan tetapi hanya mengubah sifat air (sesuai penelitian ditemukan kristal HIDROGEN dalam air celupan batu PONARI, hal ini membuktikan terjadinya proses elektrolisis air menjadi HIDROGEN dan OKSIGEN pada saat pencelupan batu). Jadi lama kelamaan batu PONARI akan kehilangan khasiatnya karena muatan listriknya akan semakin habis.

Perkiraan gw batu milik Ki Ageng Selo adalah sejenis batu apung yang banyak terdapat di sawah-sawah. Batu ini merupakan material yang porous (berpori banyak) sehingga mampu menyimpan muatan listrik dalam jumlah besar (super kapasitor).


gambarnya si batu apung

Sementara batu milik PONARI terlihat lebih kecil dari genggaman orang dewasa dan bukan jenis batu yang porous (berpori banyak).




Batu milik Si PONARI sedang dicelupkan air

Selain itu syarat lain batu bersifat kapasitor adalah batu tersebut tidak homogen baik rapat jenisnya maupun material penyusunnya. Sehingga muatan listrik yang mengalir dapat disimpan di dalamnya.

3. Saya mau tanya MBAH MARIDJAN, gimana tepatnya masalah ini.

Baca Selengkapnya | Menelusuri Jejak Sang Penangkap Petir, Ki Ageng Selo

Ketika cairan tidak lagi cair

Ketika cairan tidak lagi cair


Cairan ya cairan, tapi fakta ilmiahnya cairan juga bisa memiliki ciri-ciri benda padat, atau juga bisa sebaliknya. Kalau mau bisa jadi begini: cair atau padat jangan dilihat dari fisiknya, coba lihat dari sisi lain.


Bobot sejenis kadal ini cukup ringan, punya kaki dengan permukaan yang cukup besar, dan mampu berjalan di atas air, kencang lagi! Sebenarnya tidak ada yang terlalu spesial di sini. Jadi begini: jika bobot kita cukup ringan, lalu bergerak cukup cepat, dan punya telapak kaki cukup besar, pasti tidak sulit kita melakukan hal yang sama, kan?

Ya, enggak lah! Tapi begini, sebenarnya Anda familiar dengan air yang perilakunya seperti benda padat. Apa yang terjadi jika Anda terjun dari pesawat terbang dengan parasut yang macet alias tidak bisa terbuka? Apakah jatuh di atas danau yang penuh air akan lebih baik untuk Anda daripada jatuh di daratan?

Ya, enggak lah! Pada skala waktu yang cukup ekstrim, sejumlah cairan berperilaku seperti benda padat, dan benda padat berperilaku seperti benda padat. Gak percaya? Coba ambil sedikit dempul (kalo gak tahu dempul, coba tanya sama ayahnya masing-masing). Lalu digulung-gulung bentar sampe jadi bola, trus lempar ke dinding. Bola dempul itu akan mental, seperti benda padat! Sekarang ambil bola dempul itu, lalu taruhlah di atas permukaan benda yang flat dengan sebuah lubang disitu. Tunggu beberapa menit. Anda akan melihat si dempul ini akan berperilaku seperti benda cair, kayak gini:


Ahli fisika menyebut material yang berada di antara padat dan cair seperti ini dengan "cairan non-Newtonian". Kalau Anda bisa memdapatkannya cukup banyak, ada yang bisa buat main-main. Coba campur kanji dari tepung jagung (cornstarch) dengan air. Kalau jumlahnya cukup bisa seperti pada video Youtube di bawah ini:



Jadi dengan kata lain: berinteraksilah dengan cukup cepat dan sesuatu akan berperilaku seperti suatu yang padat; perlambatlah skala-waktu interaksi, dan itu akan membuatnya berperilaku seperti cairan. Bahkan batuan, dalam rentang jutaan tahun, bisa mengalir seperti cairan!






Cairan ya cairan, tapi fakta ilmiahnya cairan juga bisa memiliki ciri-ciri benda padat, atau juga bisa sebaliknya. Kalau mau bisa jadi begini: cair atau padat jangan dilihat dari fisiknya, coba lihat dari sisi lain.


Bobot sejenis kadal ini cukup ringan, punya kaki dengan permukaan yang cukup besar, dan mampu berjalan di atas air, kencang lagi! Sebenarnya tidak ada yang terlalu spesial di sini. Jadi begini: jika bobot kita cukup ringan, lalu bergerak cukup cepat, dan punya telapak kaki cukup besar, pasti tidak sulit kita melakukan hal yang sama, kan?

Ya, enggak lah! Tapi begini, sebenarnya Anda familiar dengan air yang perilakunya seperti benda padat. Apa yang terjadi jika Anda terjun dari pesawat terbang dengan parasut yang macet alias tidak bisa terbuka? Apakah jatuh di atas danau yang penuh air akan lebih baik untuk Anda daripada jatuh di daratan?

Ya, enggak lah! Pada skala waktu yang cukup ekstrim, sejumlah cairan berperilaku seperti benda padat, dan benda padat berperilaku seperti benda padat. Gak percaya? Coba ambil sedikit dempul (kalo gak tahu dempul, coba tanya sama ayahnya masing-masing). Lalu digulung-gulung bentar sampe jadi bola, trus lempar ke dinding. Bola dempul itu akan mental, seperti benda padat! Sekarang ambil bola dempul itu, lalu taruhlah di atas permukaan benda yang flat dengan sebuah lubang disitu. Tunggu beberapa menit. Anda akan melihat si dempul ini akan berperilaku seperti benda cair, kayak gini:


Ahli fisika menyebut material yang berada di antara padat dan cair seperti ini dengan "cairan non-Newtonian". Kalau Anda bisa memdapatkannya cukup banyak, ada yang bisa buat main-main. Coba campur kanji dari tepung jagung (cornstarch) dengan air. Kalau jumlahnya cukup bisa seperti pada video Youtube di bawah ini:



Jadi dengan kata lain: berinteraksilah dengan cukup cepat dan sesuatu akan berperilaku seperti suatu yang padat; perlambatlah skala-waktu interaksi, dan itu akan membuatnya berperilaku seperti cairan. Bahkan batuan, dalam rentang jutaan tahun, bisa mengalir seperti cairan!
Baca Selengkapnya | Ketika cairan tidak lagi cair

10 Most Brilliant Innovations di tahun 2009

10 Most Brilliant Innovations di tahun 2009

10. X2 Coaxial Rotor Helicopter (Heli tercepat di dunia)
Tahun lalu di kota Horseheads, N.Y., Kevin Bredenbeck menjadi the first pilot yang mengendarai Sikorsky Aircraft’s X2 technology demonstrator. uji yang sukses tersebut membuktikan kalau X2 engineering team telah menggebrak batas wajar dunia studi baling baling Helikopter. (Menjadikannya satu satunya TIm yang pernah membuat helikopter tercepat di dunia)

Weiner’s team meletakkan 2- single rotor bersamaan (twin), 26.4-foot-long rotor yang berputar pada baling balingnya.

Sekarang, X2 team menset speed bar high—at 287 mph. “tapi ahli fisika kami bilang kalau mesin ini bisa sampai 300 knots,” Weiner says. bisa banget buat njemput pasien yang lagi koit. (pick up a patient and return to a hospital by the time a conventional helicopter simply arrived on the scene.)


9. Batery Tenaga mikroba
Beberapa abad kemaren memang para ilmuan sudah pada tau kalau bakteri di tanah bisa menghasilkan energi (lewat pergeseran ion ion).
Sekarang, sebuah tim dari Harvard called Lebônê telah mendesain ulang battery yang ngga terlalu mahal untuk digunakan di sub-Saharan Africa. The microbial fuel cell, or MFC, lumayan bisa menghidupkan enough current to power LED lights dan charging cellphone batteries.


8.Microsoft Natal
Intinya komputer bisa membaca pergeraan kita gan. desain awalnya dari pengembang adalah nintendo Wii. Terus dia menggunakan kamera, infrared dan beberape perangkat tambahan. Di masa depan, PC udah ngga perlu pake mouse, ngga perlu pake keyboard


7.Kepler Space Telescope
teleskop yang dibilang super canggih nih bisa mendeteksi planet yang mirip bumi.
Teropong luar angkasa ini bisa nangkep 42 CCDs at a group of 100,000 (ngga ngaeti maksudnya)-plus bintang2 di galaksi bima sakti (within 600 to 3000 light-years of Earth). Jika ada pergerakan planet yang aneh, instrumen ini bakal merekamnya. Misi utama mereka (yang buat teropong) adalah pada tahun 2012 udah bisa menyelidiki kehidupan para alien.
The Kepler telescope—a 15-foot-long, $600 million tool for finding Earth-like planets—captured its first image in April. (Photograph courtesy of NASA)

6. Batery Natrium sulfur skala Rumahan
di barat emang bener bener lagi menggalakkan energi alternatif. Salah satu energi itu adalah angin. Pembangkit listrik dari angin emang lagi demen digunakan, tapi sayang belum ada penyimpan energi yang mumpuni untuk digunain di rumah tangga.

penemuan ini bener bener membuat masyarakat sedikit bernafas lega gan.
penemunay bernama Coors. Dia adalah seorang chief scientist di CoorsTek. Coors and fellow researcher John Watkins membuat prototype sandwiching pada material material— a sodium super-ionic conductor—antara sodium metal anode dan a still-undisclosed aqueous cathode. Mereka berharap pengembangan generator seharga $2000 9masih dlam tahap pengembangan skala massal) ini that bisa menyimpan 5 kilowatts untuk 4 hours —and keep it up for 10 tahun.



5. Deep Space Plasma Thruster
Roket tenaga bahan kimia masih menjadi harapan NASA. Biasanya pelunuran roket butuh 3.8 million pond propilen yang sangat mahal. Oleg Batishchev, ketuan tim riset dari MIT Department of Aeronautics and Astronautics, memperkenalkan bahan bakar roket yang inovatif, Mini-Helicon Plasma Thruster. bahan bakar ini didesain lebih ringan, murah, mudah dipindah ketika di luar angkasa.


4. Diagnosis Lab memakai chip
Tes Kesehatan yang dulunya mahal, kini bisa diatasi cuma pake metode seperti di gambar bawah ini. TIm dari Harvard yang membuat metode iini mengklaim juga bisa mendeteksi seseorang yang terkena AIDS.


3.I-TEC’s Flying Dune Buggy (mobil selancar Udara)
Steve Saint, 59, lahir di Ecuador di a family missionaries, menghabiskan waktu di dusun kecil di Amazon. hebatnya dia bisa melakukan penemuan bagus . Bagi orang kota, ini udah biasa. tapi bagi penduduk terpencil di Amazon, penemuan ini memang sangat bermanfaat. Mereka tidak lagi melakukan perjalanan di hutan belantara.


2. Robot Bola
Ketika kecil, Greg Schroll suka ber-daydream tentang bola sepak yang bisa bergerak sendiri. Ketika dia menjadi mechanical engineering student di MIT, dia menciptakan spherical robot yang menyerupai bola. Desain ini masih belum sempurna, doi, Schroll bilang. “kebanyakan orang meragukan robot ane, yang katanya ngga bisa manjat tangga. Gua bakal membuktikannya.”


1. Transormasi Teknologi medis
Ni orang hebar banget gan, namanya Dean Kamen. Dia punya 440 hak paten, seorang inovator dan penemu. Ratusan anak dan remaja di Amrik pada ikut ide ide gilanya bermimpi menjadi seorang penemu handal, menyelamatkan banyak orang dengan mengubah persepsi medis ke dalam teknologi modern.
Dean Kamen is the winner of the Popular Mechanics 2009 Leadership Award. His big idea? Transform medical technology while amassing more than 440 patents—and then remake American culture, one future engineer at a time. About 42,000 kids competed in Kamen’s FIRST Robotics competition in 2009, which culminated in a World Championship event in Atlanta’s Georgia Dome.

Baca Selengkapnya | 10 Most Brilliant Innovations di tahun 2009